MEMAKNAI PERAYAAN TAHUN BARU 2017

Memaknai Perayaan tahun baru 2017
Sahabat dunia islam, tahun baru 2017 telah kita lewati dan bukan hanya tahun ini saja merayakanya tetapi mungkin untuk tahun tahun depan tentu kita akan merayakan juga, pertanyaanya adalah bagaimana kita Memaknai Arti Perayaan Tahun Baru?.
 
Untuk masyarakat indonesia yang mayoritas beragama islam tentu memperingati tahun baru masehi dengan membunyikan terompet, membunyikan petasan dll yang lazin di lingkungan masyarakat kita. Bagaiman pandangan islam dalam memaknai perayaan tahun baru masehi ini.
 
Seperti yang di kutip dalam akun media sosial fb Ust Arifin ilham, Sikap mu’min terhadap perubahan waktu, tidak terjebak pada akhir tahun, tidak ada sunnahnya merayakan tahun baru, petasan, terompet, saling mengucapkan selamat apalagi sampai perayaan ma’siyat, ini perayaan yg sia sia, mubazir dan jauh dari Syariat ALLAH.
Simaklah Kalam Allah ini dg iman, “Dan janganlah kamu menghambur hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros pemboros itu adalah saudara saudara syaitan” (QS Al Isro’: 26-27).
Rasulullah bersabda, “Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang senang di dalamnya. Sekarang ALLAH telah menggantikan bagi kalian dua hari yg lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha” (HR An Nasaai).
Rasulullah melarang umatnya meniup terompet Karena tradisinya orang orang yahudi (HR Abu Daud).
Majlis Ilmu dan Zikir bertepatan malam tahun baru bukan untuk merayakan tahun baru itu, tetapi dalam rangka AL AMRU BIL MA’RUF WANNAHYU ANIL MUNGKAR karena sudah terlalu hebatnya ma’siyat malam tahun baru itu. Saat liburan, silahkan berwisata bersama keluarga berehat dan menambah mesra hubungan keluarga dg tetap terjaga Syariat Allah.
Sungguh bagi orang beriman setiap hari adalah perubahan waktu karena itulah orang beriman terus SIBUK MUHASABAH DIRI, IBADAH, AMAL SHOLEH dan DAKWAH.
“Semoga kita semua sahabatku tercinta tetap selalu dalam HIDAYAH ALLAH tidak terkecoh dg buaian dunia sebentar ini hingga Allah wafatkan dalam keadaan HUSNUL KHOTIMAH…aamiin”.
 
Sikap seorang muslim yang baik tentu dalam merayakan tahun baru tidak digunakan untuk menghambur-hamburkan uang demi membeli sebuah petasan atau yang lainya serta berlebih-lebihan, tetapi momen tahun baru ini kita gunakan untukmempererat tali kekeluargaan bisa berupa berkumpuldengan keluarga bersama-sama makan bersama serta mendekatkan diri kita kepada Allah dengan cara berdizikir dan berdoa agar di tahun baru ini bisa lebih bermanaat dan lebih barokah.

Posting : 02-01-2017 | Dibaca : 391 kali

19 Nov 2017 | WIB
Online : 2
Count : 440619 Hits

Copyright © 2013 - 2017 www.warnalangit.com

Belum terdaftar? Daftar

Lupa kata sandi Anda? Klik disini

Lupa kata sandi Anda?

Silahkan masukan alamat email Anda untuk membuat kata sandi baru.

Kembali